Dia menepuk Gabriel dengan punggung tangannya. Baju zirah Gabriel penyok, dan dia terlempar jauh, jatuh ke pasir hitam. Empat Panglima Perang lainnya—malaikat-malaikat setia yang mengendalikan elemen—menerjang Azazel bersama-sama. Seorang melepaskan tornado angin ilahi yang memutar pasir menjadi senjata. Yang lain mengangkat tangannya, dan dari tanah muncul pilar batu suci yang menyerang Azazel. Yang ketiga melemparkan bola api suci sebesar batu, dan yang keempat mengirim gelombang air pemurnian yang mendidih. Azazel mengangkat tangannya, membuat perisai kegelapan yang menyerap semua serangan itu. "Cukup," katanya. Dia mengeluarkan ledakan neraka dari matanya, menyambar dua panglima sekaligus. Mereka berteriak sebelum meledak menjadi cahaya yang pudar. Gabriel, yang sudah berdiri lagi,

