Kota itu seperti itu. Meski suasananya tidak seperti kota yang di huni manusia. Udara, yang sebelumnya hanya berupa campuran batu dan belerang, sekarang diisi oleh ribuan aroma asing: aroma rempah-rempah yang tajam dan tidak dikenal, daging yang dipanggang dengan api ungu, dan wewangian manis yang memabukkan dari bunga-bunga batu yang bermekaran di sela-sela menara stalaktit. Iblis tikus—Grik, begitu ia memperkenalkan diri, ia tidak henti-hentinya berbicara. Suara mencicitnya adalah pemandu mereka yang cerewet melalui jalan-jalan yang ramai. "Manusia, ya, manusia! Jarang! Sentinel membiarkan kalian lewat? Hebat! Hebat! Artinya kalian orang yang penting. Atau mungkin sangat berbahaya. Grik pikir mungkin keduanya!" Ia berjalan dengan cepat dengan kaki kecilnya, mengarahkan mereka melewati

