How About Mr. Pota?

1045 Kata

Mereka bertiga berkumpul di meja dapur. Masih ada waktu dua jam sebelum Brain Eater kembali ke halaman belakang rumah July dan menyerang mereka. Sunny baru saja menjentikkan jemari dan layar di atas telapak tangannya mulai terlihat. “Kalian yakin hanya akan butuh aku?” Peasy yang paling muda di antara ketiganya itu mengeluarkan suara. Ia kini sudah berubah menjadi seorang manusia begitu July menggunakan Sunny untuk membangkitkan Peasy demi membantu mereka. “Aku tidak mau kalau bekerja sendirian,” tambahnya lagi. Anak itu protes. Memang ia yang paling kecil dan mungkin saja ia masih memiliki rasa takut meskipun sudah beberapa kali melihat Brain Eater. Tetap saja, rasa gemuruh di dalam d**a tak dapat dihindari, bukan? “Ini yang perlu kita lakukan.” Di layar itu, nampak para Brain Eate

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN