“July?” Anne menempelkan kupingnya ke daun pintu. Ia mencoba mencari tahu, apakah July benar-benar tertidur, atau mungkin ia sudah pingsan. Apa yang Anne lihat benar-benar tidak masuk akal. Awalnya perempuan itu berpikir kalau ia bisa saja menjadi bergitu imajinatif dan turut berhalusinasi karena July selalu bercerita bahwa ia menghadapi makhluk-makhluk pemakan otak itu dari dalam video game nya. Anne begitu dilema sekarang. Jika ia mengetuk pintunya pelan-pelan, maka July kemungkinan tidak akan mendengar dan terus melanjutkan tidurnya padahal Anne sangat yakin bahwa mereka sudah dikepung. Tapi, jika perempuan itu menggedor pintu kamar July dengan keras dan berteriak-teriak agar lelaki itu bangun, maka para manusia yang sepertinya sudah bukan manusia lagi itu akan mendengar dan semakin

