25.

898 Kata

"Aku titip putriku ya, Fi." kata Pras setelah selesai menyantap sarapannya dan bangkit berdiri. Memakai jasnya yang tersampir di kursi kosong disampingnya. Sofi mengangguk, menggerakkan sebelah tangannya membentuk tanda hormat. "Siap bos!" "Terima kasih," ucap Pras saat sudah mengancingkan jasnya, mencium kening sang adik dan kening putrinya dengan sayang. "Kalau terjadi sesuatu hal buruk, maka tolong hubungi aku." titah Pras yang di angguki Sofi. Pras melangkah ke luar pintu di ikuti Sofi yang mengekor di belakangnya, sementara Vania masih setia duduk di kursinya menikmati sarapan sembari termenung. Wajah bocah itu terlihat murung dan cemas, entah apa yang sedang di pikirkannya. "Hati-hati kak," kata Sofi pada Pras. "Oke." sahut Pras tersenyum sembari membuka pintu mobil dan masuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN