"Wika," Pras mengguncang pelan kedua bahu Wika. "Bangun Wika, kita sudah sampai." kali ini Pras menepuk-nepuk pelan kedua pipi halus dan lembut milik Wika. "Enghh," erang Wika menggeliat bangun dari tidurnya. "Hoamm, sudah sampai?" tanyanya sembari menguap dan mengucek kedua matanya. Pras mengangguk, "ayo kita keluar." Pras keluar dari mobil di susul Wika, terkejut saat matanya menatap ke arah rumah orang tua Pras. Di sana Wika melihat empat sosok yang tengah berdiri menatap ke arah mereka. "Kejutan! Mereka menyambut kita secara antusias." ucap Pras tersenyum. Wika menoleh ke arah Pras, "pasti mas yang menghubungi mereka jika kita sudah hampir sampai." tebak Wika. "Benar!" akui Pras jujur. "Kakak cantik!" teriak Vania berlari kecil ke arah Pras dan Wika. Wika menyambut hangat so

