Aku penasaran, apa yang kira-kira akan terjadi jika aku menyerah saat itu? Akankah semua menjadi lebih baik? Atau buruk? *** Roni mengetuk pintu, sebelum akhirnya masuk bersama Nara. Ia mengangguk sopan, menyapa mama serta kedua kakaknya Deeka. Salah satunya langsung menghampiri Roni, lalu menjitak kepalanya dengan keras. Tenang saja, Roni sudah menyiapkan mental untuk dijitak, kok. “Kenapa tadi gue telepon langsung dimatiin, hah? Tumben lo nggak sopan.” Andra lalu menyeringai jail, setelah melihat Roni mengusap kepala sambil meringis. “Tapi, karena akhirnya lo dateng dengan cepat, gue jadi nggak terlalu marah.” “Kita langsung lari setelah nerima telepon dari lo, Bang.” “Lari? Bukannya lo punya motor?” Roni melirik Na

