Walau kamu berada di depan mataku, entah mengapa aku tetap merasa merindukanmu. Merindukan kita. *** Benar saja, sepulang sekolah, Nara berjalan bersama Deeka menuju parkiran. Dia bahkan tidak peduli dengan tatapan murid yang lain. Mereka terlihat penasaran, melihat kedekatan Nara dan Deeka. Apalagi sepanjang jalan, Nara dan Deeka terus tersenyum dan tertawa kecil membahas aib-aib kedua abang kesayangan Deeka. Memang ada-ada saja tingkah dan kebiasaan kedua abangnya. Yang satu, gagal move on sampai bikin skripsi nggak selesai-selesai. Kerjaannya beli majalah terus, untuk melihat cewek masa lalunya itu. Deeka pernah sekali memergoki Andra menangis saat melihat wajah cewek itu di majalah. Tidak menangis histeris, sih. Tapi, tetap saja lucu dan berhasil menjadi senjata D

