Geraldi menuruni anak tangga satu-persatu,ia melihat siapa yang bertamu kerumahnya malam-malam seperti ini,seorang pria dan seorang wanita yang tidak asing baginya. Geraldi mendengus kesal saat melihat endar yang tersenyum jail kerahnya”ternyata kau s****n” Endar tertawa saat melihat kekesalan geraldi”waaa....apa aku menganggu malam pengantinmu brother” Tirsa istri endar yang duduk disebelahnya ikut tertawa saat melihat tatapan sinis geraldi kepada suaminya”maafkan suami saya dokter” “Kau tidak perlu seformal ini tir..kita tidak sedang dikantor,duduklah dan segera katakan apa kepentingan kalian” “Ini”endar memberi berkas yang dibutuhkan geraldi. “bukankah kau bisa menyerahkannya besok”tanya gerladi dengan sedikit geram. “Besok aku tidak ada jadwal kerumahsakit jadi aku menyera

