Vivian melangkahkan kakinya ragu-ragu masuk ke salah satu rumah sakit terbesar disurabaya didampingi geraldi yang selalu setia berada disampingnya dan menggenngam tangannya dengan erat. Vivian menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya perlaha,sebelum melangkah membuka pintu ruangan tempat papanya dirawat,geraldi mengecup kening vivian sebelum melepaskan genggamannya tanpa ikut serta masuk kedalam,pria itu memberikan sedikit prifasi pada kekasihnya,untuk saat ini ia tidak mau ikut campur terlebih dahulu. Pintu knop dibuka perlahan oleh vivian ia masuk tanpa memberi salam,tubuhnya sedikit menegang saat melihat sosok yang selama ini ia takuti menatapnya dengan tatapan yang begitu sinis,tanpa memperdulikan wanita yang menatapnya vivian berjalan menghampiri tubuh papanya yang ter

