Aku dan Erlanda duduk berhadapan, padahal aku sudah berusaha untuk bertukar tempat duduk dengan Keyla. Tapi Keyla tak mau ia tak suka jika berada diujung, mau tak mau Aku harus mengalah kepada Keyla. Dan lihatlah sekarang, duduk dihadapan Erlanda membuatku sangat sangat tidak nyaman degup jantungku terus berpacu dengan alunan musik yang ada di resto ini. Sesekali aku mencoba melirik Erlanda ia tampak sangat tenang, ternyata hanya aku yang grasak grusuk tak jelas. Kemudian karena aku yang grogi tak sengaja aku menyenggol kaki seseorang dengan kakiku di bawah meja membuat orang itu melihat ke arahku, dan sialnya ternyata itu kaki Erlanda. “Maaf” ujarku pelan kepadanya lalu ia hanya mengangguk kembali melanjutkan makannya seperti tidak terjadi sesuatu yang berarti. “Tyl, Er kenapa chi

