Terdengar helaan nafas berat dari bibir Keyla. Setelah pertengkaran antara dirinya dan Choki, mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Tentu saja tidak ada yang menang ataupun kalah dalam pertengkaran itu. “Kalau bel belum bunyi, gue pastiin kalau Choki habis di tangan gue!!” kesalnya di dalam hati. Keyla masih saja tak terima bahwa Choki mengatainya jomblo karena tidak ada yang suka dengannya, perkataan Choki sama saja dengan menjatuhkan harga dirinya. Keyla mengambil cermin kecil yang selalu ia bawa kemana-mana, ia mengambilnya perlahan agar tak ketahuan oleh gurunya yang sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas. Setelah berhasil mengeluarkan cemin berbentuk kelinci itu, ia lalu mengamati wajahnya. “Gue nggak jelek-jelek amat” ucapnya pelan kepada cermin yang ada di hadapann

