0.71

1087 Kata

“Lo maafin gue?” tanya Choki memastikan apakah benar Keyla memaafkannya. Bukan Keyla namanya jika ia akan berkata iya dengan mudah. “Tergantung” Jawaban Keyla membuat kening Choki berkerut bingung. “Tergantung? Apakah usaha gue belum cukup Key” Ingin Keyla tertawa saat itu juga tapi ia tahan, bagaimana tidak wajah memelas yang ditunjukkan Choki sangatlah lucu. “Jadi lo terpaksa ngelakuin yang barusan?” Pertanyaan Keyla membuat Choki cengo, tak ada sedikitpun ia mengatakan kalau ia terpaksa. Perempuan benar-benar ajaib, ia tak bisa menangkap maksud yang sebenarnya tetapi lebih memilih untuk menangkap maksud lain yang sama sekali tak berhubungan. Melihat Choki hanya diam saja, Keyla beranjak dari tempatnya menaiki motor. “Lah lo mau kemana?” Choki kembali mencegat Keyla yang akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN