0.79

1073 Kata

Erlanda masih saja terasa kepanasan padahal ia sama sekali tak berkeringat, hal ini bukan disebabkan karena aktivitas fisik yang ia lakukan tetapi lebih tepatnya disebabkan oleh hatinya yang terbakar api cemburu. “Woi kencengin dong AC-nya” Erlanda sedikit berteriak ke temannya yang berada di dekat AC. “Ini udah cukup dingin Er, lo kenapa sih? Kepanasan? Coba tenang dulu deh” ujar temannya memberi pengertian kepada Erlanda. Akhirnya Erlanda pun terdiam ia melanjutkan kembali aktivitasnya membiarkan layar ponselnya menyala menunjukkan foto Tylisia dan lelaki yang tak dikenalinya. Masih saja dengan emosi yang sama, Erlanda tadi dalam mood yang sangat baik untuk mengerjakan apa yang harus dikerjakannya tetapi kini ia benar benar sudah tidak mood bahkan ia tak tahu harus melakukan apa. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN