Bersama lelehan keringat yang mengucur deras dan membasahi di sekujur tubuh, sampai juga Dave di kebun bunga dalam perkebunan besar itu. Letaknya bersebelahan dengan padang gandum, tetapi ada juga kandang kuda milik James di dekat sana. Hanya saja, tempat tersebut baru saja dibangun dan belum selesai. Masuk ke dalam kebun melalui pagar yang terbuat dari kayu pohon ek hijau, netra abu-abu Dave pun berserobok dengan seorang wanita paruh baya. “Halo, apa kabar?” Dave melemparkan sapaan ramah miliknya di sana, membuat seulas senyum tercipta dari wajah tua di depannya. “Selamat sore, Tuan Muda. Saya Margareth, pekerja di kebun bunga milik Nyonya Rebecca ini. Em, apakah Anda datang ke sini untuk mencari Nona Kim?” tanya wanita itu memperkenalkan diri. Mendengar tebakan yang benar-benar te

