Di dalam sebuah ruangan gelap dan juga sempit, kesadaran pun muncul untuk diri seorang Dave Michael Brown. Ia merasa kepalanya berdenyut keras, membuat pandangan mata abu-abu itu terlihat kabur. “Di mana aku sekarang? Demi Tuhan! Kenapa aku harus mengalami hal ini terus di sepanjang tiga puluh tiga tahun hidup di dunia?” batin Dave begitu sedih. Ia terus mengedipkan kedua kelopak matanya karena memang tak ada lagi yang bisa dirinya lakukan. Dave ingin menyentuh indera penglihatan tersebut dengan jari, tetapi kedua pergelangan tangannya sedang terikat keras, bahkan mulutnya juga tertutup rapat oleh sebuah kain. Dua menit kemudian, mata abu-abu milik Dave pun kembali berfungsi dengan benar. Ia pun mencoba menyisir ke segala arah di tengah minimnya cahaya matahari yang masuk dari celah ka

