“Tanda tangani berkas ini, Kimberly! Ibumu sudah melakukannya, jadi hanya tinggal kau seorang saja yang belum. Aku akan segera membebaskan kau dan Dave, terserah kalian masih ingin berada di perkebunan, atau tidak!” ujar James menyodorkan sebuah kertas kosong di hadapan Kim. Tidak ada tulisan apa pun di sana kecuali jejak dari Nyonya Rebecca, membuatnya merasa semakin gila, memikirkan semuanya. Mulut yang masih dibungkam dengan sebuah kain, sebenarnya akan sangat mudah Kim lepaskan. Kedua tangan dan kaki sudah tidak terikat lagi, tetapi ia enggan melakukan hal itu, lebih-lebih ketika air matanya semakin deras mengalir. Si pemilik netra biru langit meredam suara isak tangisnya di balik bibir, mengatup sekuat mungkin. Namun, pemandangan memilukan milik sang putri tersebut, nyatanya benar-b

