“Cepat lepaskan aku, Stephanie! Bukankah kau sudah mendapatkan apa yang kau mau?! Kenapa kau masih saja menyekapku di sini, huh?!” teriak Trevor di atas tempat tidur besi, tetapi ia sudah tidak berada di rumah sakit milik Dokter Joseph lagi, melainkan di penthouse Sasha. Wanita tiga puluh tahun itu belum ingin melepaskan ayah biologis dari anak perempuannya, karena orang suruhannya belum kembali dari Houston, menjemput Shine. Tak ingin memedulikan semua rengekan Trevor, tiba-tiba saja terlintas ide gila di dalam isi kepala Sasha. Ia pun secepat kilat menutup novel milik mantan istri presiden Amerika Serikat yang beberapa saat lalu dibacanya, berjalan menuju ke arah meja rias. Ceklek! Terdengar sebuah bunyi yang lumayan keras, tentu saja rasa penasaran membawa pandangan mata cokelat Tre

