Dave melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya satu per satu, di antara pagutan panas Kim. Degupan jantung pun bekerja dua kali lebih cepat, membuatnya kian berpeluh, padahal mesin penyejuk udara sudah menyala di ujung kanan ruangan. Tangan Dave mulai bergerak sendirian, memainkan miliknya di bawah sana, “Sayang, kau—” “Lepaskan, Hubby. Ini adalah salah satu tugas dari seorang istri.” Namun, sepuluh detik kemudian, Kim pun menghentikan pergerakan Dave. Ia merasa orang yang paling bertanggung jawab atas kepuasan batin suaminya, sebab tadi dirinya juga diperlakukan demikian. Mendorong pelan tubuh Dave hingga tertidur di atas brankar, Kim benar-benar sukses membuat sang suami serupa dengannya. Menjadi seorang pesakitan yang membutuhkan sejumlah pertolongan. “Argh, Kim!” desah Dave semb

