Bab 45 "Selamat siang, Pak Erland! Apakah ini orangnya?" Suara berat laki-laki. Terkejut, Arsyad menoleh, Seorang laki-laki berpostur tinggi besar dengan seragam khas. Beberapa orang berseragam juga mengikuti lelaki kekar itu masuk. Salah seorang dari mereka memborgol paksa tangan Arsyad. "Pak, kenapa tangan saya di borgol? Apa salah saya?" Teriak Arsyad. "Kau sudah tahu dengan jelas salahmu apa," Timpal Erland. "Pak Erland, kau sengaja ingin menjebakku?" Teriak Arsyad memberontak. "Jelaskan apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, Pak Erland?" Arsyad kembali berteriak. "Diam dulu Pak Arsyad! Nanti semuanya bisa di jelaskan di kantor polisi." Tegur salah seorang anggota aparat tersebut. "Tidak bisa begitu, Pak. Dia tidak akan menjelaskannya kalau tidak di desak sekarang," Arsya

