Bab 9

1110 Kata

"Ini dia tuan putri bangun dan baru turun untuk sarapan," kata Tania saat aku baru sampai di lantai dasar rumah setelah mandi dan bersiap untuk aktivitas hari ini. Aku tak membalas perkataan Tania karena semua tak ada gunanya. Aku langsung duduk di dekat Via dan ikut berbaur dengan yang lainnya. Ku perhatikan semua pembicaraan mereka secara seksama. Aku memang bukan pendiam, tapi aku perlu mengetahui karakter setiap orang yang ada di sini. "Dari Fakultas Ekonomi siapa yang akan jadi penanggung jawab kegiatannya?" tanya Alvian. "Aira, Al," jawab Fandy. "Lho kok jadi aku sih, Fandy saja," kataku berusaha menolak. "Aira sudah tepat Al, dia salah satu mahasiswa terpintar di fakultas kami," timpal Via. Huft... aku tak akan dapat mengelak lagi kalau Fandy dan Via sudah berkata demikian. Ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN