"Aaaggghhh...," aku berteriak sekuat tenaga sambil memejamkan mataku. Semenit dua menit aku menanti apa yang akan terjadi padaku, tapi tak terjadi apa-apa padaku. Aku masih baik-baik saja dan tanpa sedikitpun luka di tubuhku. Aku mulai membuka kedua bola mataku dengan sangat perlahan. Aku memandang kesekelilingku untuk mencari sosok pria itu dan juga Fani, tapi aku tak menemukan siapapun. Mereka seolah hilang ditelan bumi. Huft... aku menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan, mencoba menenangkan diri yang baru saja mengalami hal yang hampir membuatku kehilangan nyawaku. Seandainya aku bisa mengajak Om Jajang atau Om Rifky, mungkin aku tak akan mengalami semua ini. Tapi sayang aku tak bisa melibatkan mereka dalam urusanku kali ini. Aku harus bisa menyelesaikan semuanya sen

