bab 74

1009 Kata

"Aaaggghhh...," teriakku semakin keras saat sebuah gigitan mendarat dengan begitu kerasnya di lenganku. Rasa nyeri perlahan mulai menjalar keseluruh tubuhku. Aku berulang kali mengerang dan berteriak menahan rasa sakit yang aku rasakan. Tapi teriakanku seolah hilang ditelan suara angin yang berhembus dengan kencangnya. "Aaaggghhh..." aku kembali berteriak dengan kerasnya dan seketika itu pula aku membuka mataku karena rasa sakit yang teramat memdera lenganku. Aku melihat kepala leak itu masih mengigit tanganku dengan sangat kerasnya dan organ dalamnya teronggok tepat di depan mataku. Darah segar mengalir dari luka yang disebabkan oleh gigitan leak itu. Dia tidak menghisap darahku, dia hanya menggigit dan membuatku terluka. Sepertinya tujuan dia bukan menghisap habis darahku, tapi mengel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN