"Dari mana kamu mendapatkan itu?" tanyaku pada Bagas. Bagas hanya diam bergeming tanpa menjawab pertanyaanku. Dia seolah sengaja tidak menjawab agar aku mengatakan semuanya tanpa dia harus bertanya. Tapi aku juga bergeming dan memilih untuk menatap ke langit biru yang cerah. Aku tak ingin memberitahunya sebelum dia menjawab mendapatkan semua itu darimana. Kudengar langkah kaki Bagas yang berjalam ke arahku, dan aku masih tetap menatap awan yang berarak ditiup angin. Kubiarkan dia mendekat dan bertanya lebih jauh lagi hingga aku pun bisa bertanya tentang semuanya. "Ini maksudnya apa, Ra?" tanya Bagas sambil duduk di kursi yang ada di sampingku dan menyimpan kertas itu di bawah vas bunga yang ada di meja. "Kamu mendapatkannya dari mana?" tanyaku tanpa ingin menjawab pertanyaan Bagas. "K

