bab 65

1031 Kata

Jantungku berdegup kencang menanti apa yang akan terjadi saat melihat Kak Arfin mengambil sebuah cincin yang dipakai oleh Alvian. Beberapa kali aku memang melihat Alvian menggunakan sebuah batu cincin yang aku pikir itu hanya batu biasa, tapi ternyata ada hal lain tersimpan di sana. "Keluar tidak, Sis!" kata Kak Arfin dengan mata nyalang menunjukkan jika dia tengah marah besar. Aku mundur beberapa langkah karena kaget melihat kemarahan Kak Arfin. Sebelumnya aku tak pernah menyaksikan dia semarah itu kepada siapapun. Wush... tiba-tiba aku melihat sesosok perempuan yang selama ini belum pernah aku lihat sama sekali. Dia seorang perempuan yang memiliki wajah hancur seperti terlindas benda keras dan terseret jauh. Wajahnya penuh dengan darah segar yang terus mengalir tiada hentinya. "Dia.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN