Perlahan aku mulai memejamkan mataku, berharap jika malam ini aku akan mimpi indah setelah satu masalah di tempat KKN-ku terselesaikan oleh Kak Arfin. Ya, akhirnya Kak Arfin menghancurkan cincin di mana selama ini Siska berada. Sedikit miris memang saat membayangkan bagaimana arwah Siska tak tenang di alam sana, tapi itu semua di luar kuasa siapa-siapa. Mengenai Alvian, dia hanya mengalami beberapa luka sobek dan memar akibat pukulan Kak Arfin, tapi hal itu tak membuatnya harus masuk rumah sakit. Mengenai sikap Alvian, sayang sekali tidak dapat di proses secara hukum karena dia memang sejauh ini tidak melakukan tindakan kriminal yang membahayakanku. Sejauh ini aku masih aman, dia hanya menggertak melalui kata-kata yang sangat tidak penting. Rasanya aku sudah sangat rindu dengan mimpi yan

