Kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang nyaman. Aku mencoba untuk memejamkan mataku, tapi entah kenapa mataku tak dapat terpejam walau hanya sejenak saja. Ada beberapa hal yang mebjadi beban pikiranku, semua berputar pada diri Fani dan Tania. Kulirik Via yang berbaring di sampingku, dia telah tertidur dan berada di alam mimpi. Wajahnya begitu tenang, mungkin dia lelah karena seharian harus survey dan berjalan jauh. Aku beranjak dari tempat tidur, kuambil ponsel yang ada di meja samping tidur. Kulihat ponselku masih saja tak ada signal, sepertinya ini benar-benar daerah terpencil dan entah ada di peta atau tidak. Kulangkahkan kakiku menuju balkon kamarku. Aku memerlukan sedikit ketenangan dan kuharap angin malam dapat memberikan ketenangan yang aku cari. Kkkkrrreeeettt… kubuka pintu

