Hati Yang Perih

1008 Kata

“Sial! Apa aku terlambat?” Zia menggumam resah ketika ia sedikit terlambat tiba di kantornya siang itu. Gara-gara terlalu asyik bercengkerama dengan adik dan sepupunya, ia sampai lupa waktu. Ia tak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang di restoran tadi. Wanita berparas cantik itu tahu kalau manajer Rafli pasti tidak akan mungkin marah padanya karena lelaki itu adalah lelaki baik. Yang Zia takutkan adalah CEO perusahaan yang akan memprotes jadwal kerjanya yang berkurang gara-gara bersenang-senang di luar sana. Sudah tentu sopir pribadinya itu akan melapor pada Rein, tidak mungkin tidak. “Semoga saja iblis itu tidak marah padaku dan semoga dia tidak melakukan hal aneh-aneh untuk mengusik dan menyakitiku,” gumam Zia segera melangkahkan kakinya masuk ke lobi perusahaan. Sak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN