Senyum Shila hampir tidak pernah pudar setelah ia mendengarkan penjelasan Anwar atas pekerjaannya kali ini: di luar masalah antar-mengantar. Shila sedang membaca pesan dari Chandra ketika itu, dan dengan mudah mengiyakan ajakan dalam chat tersebut. "Bagus, Anwar. Dia seharusnya tahu, bagaimana rendahnya perempuan yang dia pilih itu," kata Shila dengan bangga. "Sore ini saya harus keluar untuk menyelesaikan hubungan kami. Siapkan mobil yang didekor seperti taksi, dan juga dua kursi roda." Perempuan itu memberikan perintah sembari berdiri dari sofa. "Kalau Bu Shila mau memutuskan hubungan, kenapa masih mau pakai kursi roda? Anda tidak perlu mengemis perhatian Pak Chandra lagi—" sahut Widya. "Mengemis?" Shila langsung melirik tajam pada dokternya itu. "Saya sepertinya lebih tidak perlu

