Suara derit pintu membuat Chandra yang baru saja terpejam segera membuka mata karena panik. Ia mencoba memberontak—sekali lagi, tetapi seperti sebelumnya, usaha pria itu berakhir sia-sia. "Pak Chandra?" Dipanggil dengan suara yang dikenali, Chandra segera berhenti berontak. Ia menengadah, mendapati Widya yang datang. Wanita itu melangkah hati-hati, mendekat ke arah Chandra. Ringisannya keluar saat melihat bagaimana buruknya keadaan laki-laki di hadapannya saat ini. Kening yang terluka dengan darah kering yang hampir menutupi separuh wajah, serta lengan bertancapkan pulpen. "Bu Shila sudah saya kasih obat tidur tadi," kata Widya memberitahu. Ia terlebih dahulu ke belakang tubuh Chandra untuk melepaskan ikatan yang terdiri beberapa lapis itu. "Lebih dari sikap Bu Shila yang mengancam,

