Braakk! Tubuh Dirga dilemparkan ke tembok. Darah mengalir dari sudut bibirnya. Dia fikir, penyiksaan untuknya sudah berakhir. Karena setelah beberapa hari dari insiden pemukulan itu. Dirga sama sekali tidak mendapat serangan balik dari Aldo dan genknya. Namun, disaat dia lengah. Aldo beserta dua orang siswa dari sekolah lain menculik Dirga yang ingin pulang sekolah. Mata Dirga bergerak gelisah. Dia sedang mencari celah untuk kabur dari gang sempit nan kumuh itu. Dirga sendiri tidak tau ini di mana, setelah tadi dia dibawa memakai motor lengkap dengan mata yang ditutupi kain hitam juga masing-masing satu orang menjaganya di depan dan belakang. Mereka akhirnya menepi di sini. Jika Dirga amati, sepertinya ini terletak di belakang pabrik. Jadi tentunya tidak banyak orang yang berlalu lala

