Plak! Mario melepaskan satu tamparan pada sang istri. Bukan bersikap kurang ajar dengan menyakiti seorang perempuan. Mario hanya ingin memberi sedikit pelajaran karena kali ini sang istri sudah melewati batas. Pertama, Anggia dengan lihai berbohong. Kedua, entah untuk alasan apa pun Anggia sudah membuat Bayu merasa tertekan, sampai anak itu berpikir untuk mengakhiri hidup. "Papa!" Wil dan Bayu berteriak, dan kompak mendekat pada sang mama saat melihat papanya bersikap kasar. Anggia terguncang. Selama bertahun-tahun menikah, ini kali pertama sang suami berani main tangan. Apalagi di depan anak-anaknya. Padahal, Mario adalah orang yang pandai mengendalikan diri. Dengan perasaan marah, Mario melempar dokumen hasil pemeriksaan Bayu tepat di depan wajah Anggia. "Baca itu. Setelah pulang

