Tidur Rani jadi terganggu saat sedang meliburkan diri dari pekerjaan dia malah merasa aneh pada tubuhnya. Sudah tidak terhitung berapa kali dia keluar masuk toilet hanya untuk memuntahkan cairan. "Aku kenapa sih? Kok mual banget." "Lemes lagi." Rani mengusap keringat yang ada pada dahinya, detik berikutnya wanita itu kaget hingga membulatkan matanya. "Jangan-jangan a-aku hamil." "Nggak mungkin." Ucapnya dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Mana mungkin aku hamil. Aku nggak mau, aku mau hamil anaknya Arsyad. Bukan anak Yoga." Terdengar suara ponsel milik wanita itu, ternyata orang yang menghubunginya adalah laki-laki yang baru saja dia sebut. "Apalagi sih yang dia mau!" Dengan kesal Rani menjawab panggilan telepon tersebut. "Halo, kamu mau apa pagi-pagi gini?" "Kamu baik-baik aj

