Esok hari adalah hari pernikahannya bersama dengan gadis penjaga anaknya. Arsyad sangat berharap agar pernikahan keduanya lancar tanpa kendala apapun. Hitungan jam lagi dia akan kembali bergelar sebagai seorang suami. Tetapi bayangan Rani saat mereka b********h masih melintas dipikirannya hingga sekarang. "Arghhhh!!!" Arsyad memukul kepalanya agar pikiran itu bisa hilang. Berkali-kali dia melakukan hal itu malah membuat kepalanya sakit. "Arsyad." Lelaki itu menoleh kearah pintu kamar yang sudah terbuka. Di sana seorang perempuan berdiri tengah memandangi dirinya. Dengan perlahan Fatma berjalan menghampiri putranya. "Kamu kenapa?" tanya Fatma setelah beberapa detik dia duduk. Arsyad menggeleng perlahan. "Coba cerita sama Mami. Siapa tau Mami bisa bantu." "Mi ... Aku takut pernikaha
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


