Saat berada di mobil, Vanya menunggu Dimas untuk menjalankan mobil itu. Ketika menoleh, Vanya malah gelagapan karena Dimas memandangi dirinya. "Kamu kenapa lihatin aku?" tanya Vanya. "Kamu benar-benar cantik, Anya." Pria itu menangkup wajah Vanya, dia memaksa Vanya untuk melakukannya di dalam mobil. Vanya mencoba menolak karena mengingat Arsyad, tetapi Dimas tidak membiarkannya terlepas. "Kamu suka, hm?" Mereka saling memandang satu sama lain. Pandangan Dimas tidak lepas dari bibir Vanya. "Kamu sangat menggoda ... Aku pikir kamu sudah punya suami." Tiiit... Tiiit... Tiiit... Vanya dan Dimas tersadar dengan yang mereka lakukan. Gadis itu memperbaiki rambutnya yang sudah berantakan. "Anya ... Maafin aku, aku nggak sengaja." "Lupain aja. Sekarang aku mau pulang." Sepanjang perjalan

