79. Trauma yang Aiden alami?

1203 Kata

"Aku tahu bahwa bos kalian ingin segera pergi agar ia bisa dengan leluasa menangis. Sedari tadi ia sudah menahannya untuk tak menangis, namun sepertinya air matanya tak bisa diajak untuk kompromi." Ujar Ratih saat mereka berjalan untuk pergi ke gedung sebelah, di mana memang terdapat sebuah hotel penginapan. "Iya sepertinya memang begitu. Biarlah dulu dia sendiri, mungkin memang untuk saat ini menenangkan diri lebih ia butuhkan daripada terlarut dalam sedih ketika melihat kita menahan kantuk demi ikut menjaga putri Liana. Aku yakin bos Saidon juga berfikir seperti itu, jadi lebih baik kita istirahat dulu untuk malam ini, besok kita gantian menjaga saat bos Saidon butuh waktu mandi, ganti baju, membawa baju milik putri Liana dan sebagainya." Ujar Dev, membuat Ratih dan Aiden mengangguk men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN