Saidon memeluk putri Liana erat, begitu juga sebaliknya. Mereka seakan-akan lupa bahwa hujan deras sudah mengguyur darah sekitarnya hingga sungai sedikit meluap. Saidon dan putri Liana kemudian melepas pelukan mereka, dan baru sadar bila hujan deras datang menyerbu bumi. Mereka terlalu asik dengan dunianya sendiri, hingga lupa pada tempat tinggal yang mereka pakai sekarang. "Ah sepertinya hujan deras sudah terjadi." Ujar Saidon, kemudian mereka tertawa bersama karena hal ini yang sudah menjadi makanan sehari-hari. Bukan karena keduanya menyepelekan hukuman dari langit, akan tetapi rasa yang keduanya punya sungguh lebih besar dari yang kebanyakan orang kira. Seharian dekat dengan Saidon, membuat putri Liana belajar banyak hal dari pria yang pemikirannya sudah sangat matang itu. Meski sel

