"Apakah sulit, hanya untuk sekedar percaya saja padaku?" Tanya putri Liana lagi, namun Saidon memandanginya dengan sendu. "Bagaimana aku bisa percaya, sedangkan kau saja tak pernah mengungkapkan isi hatimu. Apa yang harus ku percaya? Percaya bahwa kau tak mencintaiku?" Tanya Saidon kembali dengan sedih, ia tak tahu lagi harus bagaimana menjelaskan bahwa seorang laki-laki juga butuh kepastian. "Baiklah jika memang itu pilihanmu, tak usah percaya padaku." Ujar putri Liana pada akhirnya, membuat Saidon mengernyit. "Aku yang overhitngking, kenapa jadi kau yang marah-marah sekarang? Cih, dasar perempuan!" Kesal Saidon dalam hati, tak berani ia mengungkapkannya secara langsung atau putri Liana akan semakin marah padanya. Saat ini putri Liana membuang muka, dan tak memandang ke arah Saidon me

