Qenna tidak bermaksud untuk membuat buah hatinya itu menangis. Hanya saja luka yang digoreskan Rafa di masa lalunya terlalu perih untuk di ingat kembali. Sejujurnya, Qenna tidak menginginkan keberadaan Rafa di tengah kehidupannya dengan sang anak. Tidak dapat di pungkiri, bayangan Rafa untuk mengambil Qiara darinya, menjadi bayangan yang menakutkan. Bisa saja nyawa Qiara juga terancam. Jika mantan mertuanya itu tidak menginginkan Qiara hidup. "Qia tidak boleh bicara seperti itu, sayang. Papa sudah tenang di sana." Qenna mengusap pipi sang anak. Mengusap bekas air mata yang mengalir di pipinya untuk seorang Papa yang tidak pernah mengakui darah dagingnya sendiri. Rasanya bagi Qenna tidak adil, putrinya itu menangisi Rafa. Sedangkan peran pria itu dalam hidupnya selama ini tidak pernah ia

