Satu jam kemudian, pak Yusuf sampai ke Villa. Ia membawa semua keperluan yang di perintahkan oleh Alex. Begitu ia melihat Aisyah, ia lansung memperkenalkan diri.
“ Permisi non, saya Yusuf sopir pribadinya Tuan Alex. " Ujarnya memperkenalkan diri.
Aisyah menjabat tangannya dengan sopan, menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Entah mengapa, pak Yusuf lansung menyukai Aisyah pada pertemuan pertama mereka, ia bisa melihat bahwa Aisyah anak yang baik, pakaiannya sopan dan menutup aurat. Kasihan sekali kalau sampai Alex mempermainkan gadis sepertinya.
“ Saya Aisyah pak. " Sahutnya.
“ Oh iya Non, Tuan Alex menyuruh saya mengantar semua ini untuk Non. " sambungnya sambil menunjukkan barang-barang yang dibawahnya pada Aisyah.
“ Iya pak, letakkan saja di dalam. "
Pak Yusuf segera mengantarkannya ke dalam, kemudian setelah menaruh semua barang-barang itu, ia lansung pamit.
“ Kalau begitu, saya permisi dulu non. " Pamitnya undur diri.
“ Oh iya, bapak nggak mau minum dulu ? Biar saya buatkan sebentar. "
" Tidak usah repot-repot non, saya sudah minum tadi. "
“ Panggil saya Aisyah saja pak. Bapak tidak usah sungkan sama saya, lagi pula saya bukan Nyonya dirumah ini. Anggap saja saya anak bapak." ucap Aisyah sambil tersenyum.
Pak Yusuf ikut tersenyum mendengarnya, Aisyah memang anak yang baik, sangat menghormati orang yang lebih tua. Ia jadi penasaran dengan latar belakang Aisyah.
“ Tidak apa-apa non. Berhubung non adalan teman bos saya, jadi saya juga harus menghormati non Aisyah. "
“ Ya sudah, kalau begitu terserah bapak saja. "
“ Kalau begitu saya pamit dulu Non. Assalamualaikum. "
“ Walaikumsalam. "
Setelah berpamitan, pak Yusuf segera pergi. Aisyah melihatnya dari teras hingga mobilnya menghilang keluar dari pekarangan Villa mewah itu.
Sore harinya, setelah Alex pulang kantor ia kembali ke rumah Maria. Baru saja memasuki rumah, tampak Maria tengah mengobrol dengan wanita cantik bertubuh tinggi dan lansing, dan juga ada wanita paruh baya yang kira-kira usianya sama dengan Maria. Siapa lagi kalau bukan Raisha dan ibunya Andin. Alex lansung malas begitu melihatnya, kemudian tanpa menoleh lagi ia segera ke kamarnya di lantai atas.
“ Sayang, kamu sudah pulang.? " Sapa Maria begitu melihat putranya itu berjalan dengan cepat menuju kamarnya. Mau tidak mau, Alex terpaksa menghentikan langkahnya.
“ Udah mi. "
“ Lex sini dulu, ngobrol-ngobrol dulu yuk sama Raisha dan tante Andin. "
“ Hmm... Aku gerah mi, mau mandi dulu. Nanti setelah mandi aku kesini lagi." Ucapnya memberi alasan lalu terpaksa tersenyum pada Raisha dan juga ibunya. Setelah itu, ia lansung bergegas menuju kamarnya, Alex terpaksa pura-pura baik karena merasa segan pada Andin yang merupakan teman dekat dari ibunya.
Sesampainya di kamar, Alex sengaja berlama-lama menganti baju. Berharap nanti setelah selesai, Raisha dan ibunya sudah pergi. Namun saat Alex sedang menyisir rambutnya, tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintunya. Alex segera membuka pintu, begitu pintu terbuka, Raisha telah berdiri di depan pintu kamarnya.
“ Raisha... Ngapain kamu kesini.? " Tanya Alex kaget begitu melihatnya.
“ Boleh aku masuk.? "
Belum sempat Alex menjawab, Raisha sudah lansung saja masuk ke dalam kamar Alex dan duduk di tepi ranjangnya.
“ Karena kamu tak kunjung kebawah, jadi tante Maria menyuruh ku menyusulmu ke kemarmu. " Ucap Raisha menjelaskan.
Alex bingung harus menjawab apa, tidak mungkin juga rasanya lansung mengusir Raisha keluar dari kamarnya.
“ Hmm... Ternyata kamar kamu bagus juga, aku merasa nyaman berada disini. " Sambung Raisha.
“ Kamu merasa nyaman, tapi aku muak melihat kamu berada disini. Dasar murahan." Gerutu Alex dalam hati.
Alex kembali mengabaikan Raisha dengan berpura-pura menyisir rambutnya di depan kaca. Raisha menyadari sifat Alex, ia lansung bangkit dari duduknya terus menghampiri Alex dan kemudian memeluknya dari belakang.
“ Sialan, apa maksudnya wanita ini.? Apa dia ingin memancing nafsuku.? Untung saja aku masih bisa menahan diri. Kalau tidak, sudah aku habisi kamu sekarang juga. " Batin Alex
“ Lex, kenapa kamu selalu saja menghindar dariku ? Apa kamu tidak menyukaiku ? Apa aku masih kurang sempurna menurutmu.? " Tanya Raisha sambil menyandarkan kepalanya di pundak Alex.
Alex kemudian melepaskan pelukan Raisha dari tubuhnya.
“ Raisha, jangan begini. Kamu membuatku risih. " Ucap Alex.
“ Jawab dulu pertanyaanku." pinta Raisha.
“ Raisha...Kamu itu cantik, baik dan populer lagi. Tapi maaf, aku tidak tertarik menikah denganmu. " Ujar Alex
Raisha terdiam, kemudian kembali memeluknya.
“ Tidak apa-apa jika kamu belum tertarik untuk menikah denganku, aku tahu kamu masih trauma dengan masa lalumu. Tapi, tidak ada salahnya kan kalau kita memulai dulu dengan menjalin sebuah hubungan, atau kita bisa berteman lebih dekat dulu. Aku yakin, lama kelamaan kamu juga akan tertarik untuk menikah denganku."
Mendengar ucapan Raisha, Alex mulai kesal saat ia membahas tentang rasa trauma nya di masa lalu. Ia kembali melepaskan pelukan Raisha dari tubuhnya.
“ Maaf Raisha, aku juga tidak tertarik untuk menjalin suatu hubungan denganmu. Jadi jangan pernah berharap lebih dariku, karena itu semua tidak akan pernah terjadi. Kamu mengerti.? "
Kemudian, Alex mengambil jaketnya lalu pergi meninggalkan Raisha sendiri di kamarnya itu. Raisha tidak mengerti, kenapa Alex sampai kesal padanya dan tega meninggalkannya sendirian dikamarnya.
Di luar, Maria yang lagi mengobrol dengan Andin melihat Alex ingin pergi.
“ Lex, kamu mau kemana? Dimana Raisha.? " Tanya Maria.
Namun Alex sama sekali tidak mendengarkan teguran maminya. Ia tetap berjalan keluar menuju garasi, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah mewah itu. Maria lagi-lagi di buat kecewa oleh sifat Alex yang mengabaikan Raisha.
Tidak lama kemudian, Raisha turun dari kamar Alex dengan langkah gontai, Maria segera menghampirinya.
“ Raisha sayang, kenapa Alex pergi meninggalkan kamu.? " Tanya Maria.
“ Nggak tahu tante, tiba-tiba aja dia kesal. Raisha sendiri nggak ngerti kenapa. " ucap Raisha menjelaskan dengan wajah kecewa.
“ Tante minta maaf ya sayang, Alex memang gitu. Suasana hatinya susah di tebak, kamu jangan menyerah ya. "
“ Kalau begini terus, lama-lama aku yang nyerah Jeng. Kesel juga rasanya dengan sikap Alex, kenapa dia selalu saja mengabaikan Raisha. Memangnya Raisha kurang apa lagi coba.? " Timpal Andin kesel .
“ Nggak apa-apa kok Ma, Raisha maklum kok. Alex itu masih trauma dengan masa lalunya, lagi pula Raisha nggak akan menyerah untuk mendapatkan hatinya. Raisha yakin, suatu saat nanti Alex akan menyukai Raisha. " Ucap Raisha meyakinkan mamanya.
“ Makasih ya sayang, kamu sudah mau ngertiin Alex, " ucap Maria.
“ Ya sudah, ayo kita pulang. Mood Mama lagi ga enak. " Ucap Andin sambil menarik tangan Raisha.
“ Jeng, maafin Alex ya. Aku pastikan, lain kali dia tidak akan begini lagi. Mungkin tadi dia itu lagi capek, dan pengen istrahat tapi terganggu dengan kedatangan Raisha ke kamarnya. Sekali lagi maaf ya. "
Andin tidak menjawab, dia terus saja menarik tangan Raisha untuk pergi.
“ Tante, Raisha pamit pulang dulu ya. "
“ Iya sayang, hati-hati. " Sahut Maria.
Sepeninggal meraka, Maria mendengus kesal. Ia tidak mengerti bagaimana lagi caranya membujuk Alex agar mau menjalin hubungan dengan Raisha.
***