Terus Terang yang Menyakitkan

1857 Kata

Nadin tersenyum saat melihat sosok Mamanya yang datang bersama Felin. Dia merasa bahagia karena orang yang paling dia sayangi datang di hari bahagianya. "Selamat ya, Sayang." Ucap Sisi. Nadin segera memeluk Mama dan juga adik angkatnya itu. "Selamat mbak Nadin." Ucap Felin dengan tingkah yang cukup menggemaskan. "Mama, Felin. Terima kasih sudah datang ya?" Ucap Nadin. Sisi menyerahkan buket bunga itu untuk Nadin. Dan Nadin dengan senang hati menerimanya. "Selamat ya sayang. Akhirnya kerja keras kamu terbayar sudah."Ucap Sisi. Teman-teman Nadin yang lain ikut menyalami mama Nadin. Pandangan mereka teralihkan saat melihat sosok lelaki yang membawa sebuah buket cokelat dan boneka besar. "Selamat atas kelulusan kamu."Ucap Arya seraya menyerahkan hadiah tersebut. "Wah, so sweet banget.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN