Flashback 2

1992 Kata

Tak berselang lama, makanan yang mereka pesan pun akhirnya jadi. Dio telah kembali dengan membawa tiga cup salat buah terkenal yang berada tidak jauh dari klinik tersebut. Dengan wajah berbinar melihat makanan kesukaan telah berada di depan mata. Diana Dengan semangat mengambil sendok dan garpu dan mulai menikmati makanannya. "Habiskan ya, Sayang, " ucap Dio mengusap puncak kepala Viona lembut. Membuat gadis tersebut salah tingkah. Bagaimana mungkin dia perlakukan semanis itu oleh bocah tengil yang dulu selalu membuatnya darah tinggi.. Perlakuan sederhana namun mempunyai dampak yang luar biasa untuk hubungan keduanya. Pasangan itu memang terus belajar dan memahami apa yang di butuhkan dalam suatu hubungan. Bukan hanya kebutuhan lahir namun, mereka lebih mengutamakan kebutuhan batinnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN