Tekad Luna

1319 Kata

Luna segera meletakkan alat makan yang ada di tangannya. Dia melihat ke arah Maya dengan tatapan yang tajam terarah tepat di netra Maya. “Memangnya kenapa kalo saya terlambat punya anak? Kenapa kamu berpikiran sampe aku berpenyakit? Apa karena aku orang miskin, jadi aku harus jual diri buat cukupin hidup aku?” “Lun, maafin aku. Ga gitu maksud aku. Aku ga mikir kaya gitu Luna.” “Tapi kamu ada benarnya. Aku memang menjual diriku ke Danis. Aku cuma gadis pembayar hutang yang diminta untuk menikah secara paksa demi melindungi nama baik keluarga. Aku memang menjual diriku,” ucap Luna dengan suara yang semakin berat. “Sayank, kamu ngomong apa sih. Aku ga pernah anggep kamu kaya gitu. May, ga seharuanya kamu ngomong gitu ke Luna. Dia gadis yang suci, dia belum tersentuh siapa pun kecuali aku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN