“Sayang ... bangun yuk. Udah siang ini,” ucap Luna sambil menepuk punggung suaminya. “Masih males bangun. Bentar lagi ya.” “Bamgun donk. Udah siang ini loh. Jangan telat ke kantor.” “Ya kan semalam habis kerja keras. Habis nanem benih aku di rahim kamu.” “Ih kamu ya. Bikin malu aja. Jangan gitu donk.” Danis menarik tangan istrinya agar tidur disampingnya. Luna yang badannya lebih kecil tentu saja tidak mampu untuk menahan dan menolak tarikan tangan suaminya. Dia pun kembali berbaring disebelah sang suami saat ini. Danis kembali mengendusi aroma sang istri. Aroma Luna benar-benar membuat dia menjadi sangat ketagihan. Entah mengapa dia sangat suka dengan aroma tubuh Luna yang natural. “Yank ... janji sama aku ya. Janji kamu ga bakalan tinggalin aku.” “Ga bakal tinggalin kamu? Ga keba

