Dokter Emran datang. Dokter segera masuk ke kamar Luna yang sedang terbaring sakit. Danis mendampingi dokter untuk memeriksa Luna. “Sudah berapa lama Nyonya seperti ini, Tuan?” tanya Dokter Emran. “Berapa lama ya ... sepertinya sudah 3 hari, Dok.” “Sudah tiga hari? Kenapa baru bilang sekarang, Tuan. Sepertinya ada yang salah sama Nyonya.” “Ada yang salah? Ada apa dengan istri saya, Dok?” “Entahlah. Boleh saya minta contoh bahan makananya, Tuan?” “Kayanya udah di buang sama pelayan saya, Dok. Apa ada masalah di maknanannya?” “Saya sih ga berani bilang kaya gitu. Karena belum ada bukti. Tapi ini kenyataannya sedikit aneh. Tenggorokan Nyonya terbakar. Sepertinya itu yang membuat Nyonya tidak bisa makan. Tenggorokannya terlalu sakit.” “Terbakar? Maksudnya gimana, Dok?” tanya Danis maki

