“Salamat malam semuanya.” Seorang wanita cantik hadir di tengah rumah Danis. Wanita berbaju merah dan sepatu merah dengan membawa koper berwarna hitam. Luna melihat ke sang suami yang melihat wanita itu dengan wajah kaget. “Halo sayank. Kamu pasti kangen ama aku ya?” Wanita itu berjalan mendekati Danis. Danisa yang masih berdiri terpaku tidak bisa berbuat apa pun. Dia seolah sedang terkena serangan jantung sampai dia tidak mampu bergerak. Cup Satu kecupan mendarat di pipi Danis dari bibir yang merah itu. Luna melihat semuanya dengan tatapan yang penuh dengan rasa kesal. Luna melihat ke arah sang wanita sambil mentautkan kedua alisnya. “Oh, jadi kamu ya yang selama ini gantiin posisi aku? Sekarang aku udah balik, jadi kamu pergi jauh-jauh dari Danis!” Tangan wanita itu mendorong Lina

