I could've been a princess, you'd be a king. Could've had a castle, and worn a ring. But no, you let me go. Cause you really hurt me. No you really hurt me. Pisau itu menancap dalam di tembok belakang Pattaya, melewati sebelah kiri wajahnya. Sangat dekat. Sampai dia bisa merasakan kelebatan nan tajam itu menggesek sedikit kulit pipinya. "Tutup mulutmu." "Kamu meminta jawaban dan aku memberikanmu fakta. Aku sudah berulang kali mencoba menampiknya tapi kenyataan itu terus menamparku. Terima lah Jared. Itu kenyataan yang berlaku juga untukmu." Entah dari mana keberanian itu berasal. Pattaya bahkan sempat tidak mengenali suara tegas yang dia keluarkan tadi. Jared mengambil langkah besar dan mencengkram leher Pattaya erat dengan sebelah lengannya. "Seharusnya kamu terus berusaha menampikn

