Pria itu baru menginjak sepuluh tahun saat bibinya menarik rambutnya yang sudah menyentuh bahu tidak beratur. Bibinya terus menyeretnya keluar rumah melalui pintu belakang agar tidak ada tetangga yang melihat. Pria itu bungkam, sambil ikut berusaha menarik rambutnya dengan arah yang berlawanan dengan sang bibi untuk mengurangi rasa perihnya. "Ikut sini anak sial! Siapa yang menyuruhmu memakan masakanku?! Dasar anak tidak tahu diri! Kamu memang pantas Mati!" Anak itu bungkam. Dia menutup matanya dan bersyukur. Akhirnya kematian akan datang menjemputnya. Ini lebih baik daripada menjadi bulan bulanan emosi kejiwaan Bibinya yang tidak stabil. Tubuh anak itu sudah luluh lantak akibat pukulan balok kayu yang diterimanya sebelum dia ditarik ke arah hutan. Kepalanya terasa sangat pusing akibat p

