38

1114 Kata

“Sayang banguun," Roi tak sengaja memegang lengan Zee. "Duh kok panas kamu sayang," Roi memegang kening dan leher Zee. Zee membuka mata dengan berat, menggeliat dan menaikkan selimutnya lagi. "Nggak tahu kenapa kayak gini,  kayak lemes aja aku Roi, mata panaaas rasanya Roi. "Ke dokter ya sayang,  aku takut kamu kenapa-napa,  kecapean kamu pasti," Roi terlihat kawatir. "Bener Roi,  kayaknya aku kecapean, ke kampus,  ke kantor nah ini yang bikin aku capek, kerjaan banyak Roi, desain busana yang diburu deadline, belum lagi terapi mama yang dia hari sekali, aduh iya Roi hari ini jadwal mama terapi,  bisa nggak kamu gantiin aku?" tanya Zee terlihat kawatir. "Ya nggak bisa sayang,  hari ini ada klien baru yang ingin tahu produk perusahaanku,  aku kadung ada janji," Roi berusaha menjelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN