“Aku melepaskannya Roi, aku tidak mau jadi egois, mempertahankan Andre dan membiarkan bayi itu tumbuh tanpa papa, aku sudah merasakan bagaimana hampanya hidup tanpa kasih sayang orang tua bertahun-tahun," ujar Zee pada suatu sore di apartemen Roi. Roi menatap Zee dengan tatapan iba, ia tahu Zee terluka. "Baguslah, akan lebih baik seperti itu mak," sahut Roi sambil mengaangguk-angguk. "Berhentilah memanggil aku emak, Roi, aku tidak pantas jadi emakmu," ujar Zee dengan wajah jengkel. "Menurutmukan, lihat di kaca, wajahmu kurus terlihat tua, kalo kadung ngomong nggak brenti-brenti, ubahlah nampilanmu, buat segar, jangan seolah-olah karena Andre kamu jadi hancur, mau aku makeover hmmm dan aku akan berhenti memanggilmu emak," Roi mengangkat alisnya memberi penawaran pada Zee. Roi meng

